Penyakit menular seksual (PMS) merupakan masalah kesehatan yang sering diabaikan oleh masyarakat. Dampak fatal dari penyakit menular seksual jika tidak ditangani dengan cepat dapat membahayakan kesehatan seseorang. Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, jumlah kasus PMS terus meningkat setiap tahunnya.
Dr. Andi Kurniawan, seorang pakar kesehatan masyarakat, mengatakan bahwa dampak fatal dari PMS tidak boleh dianggap remeh. “Penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS, sifilis, dan gonore dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh dan bahkan kematian jika tidak segera ditangani,” ujarnya.
Penanganan yang cepat dan tepat sangat penting dalam mengatasi penyakit menular seksual. Menurut Dr. Andi, pemeriksaan rutin dan pengobatan dini dapat mencegah dampak fatal dari PMS. “Jika ada gejala PMS seperti keluarnya cairan abnormal dari alat kelamin, gatal-gatal, atau nyeri saat buang air kecil, segera periksakan diri ke dokter,” tambahnya.
Sayangnya, masih banyak masyarakat yang malu atau enggan untuk memeriksakan diri jika mengalami gejala PMS. Hal ini dapat berdampak buruk pada kesehatan mereka dan juga orang lain. Dr. Andi menyarankan agar masyarakat lebih terbuka dan tidak malu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis jika mengalami gejala PMS.
Sebagai upaya pencegahan, penting bagi masyarakat untuk menggunakan kondom saat berhubungan seks dan melakukan tes HIV secara rutin. “Pencegahan tetap lebih baik daripada pengobatan. Jangan menunggu sampai terlambat, segera tangani PMS dengan cepat,” tutup Dr. Andi.
Dengan kesadaran dan tindakan yang tepat, dampak fatal dari penyakit menular seksual jika tidak ditangani dengan cepat dapat diminimalkan. Mari jaga kesehatan diri dan orang-orang di sekitar kita dengan lebih baik.